Rabu, 16 Desember 2015

UJIAN SELEKSI MASUK SURGA

               


Siapakah kita sebenarnya? Apakah keberadaan kita di bumi ini tidak beda dengan keberadaan ternak atau keberadaan hewan lainnya? Apakah kita seperti kambing, ayam atau ikan yang begitu disembelih dan kita makan langsung tamat riwayat hidupnya? Apakah kita seperti kucing yang begitu mati terlindas mobil langsung tamat riwayat hidupnya?


Kita berbeda dengan hewan. Ketika kita dinyatakan telah meninggal, maka yang segera hancur dan menyatu dengan tanah  hanyalah   tubuh kita. Ruh kita tetap hidup. Diri kita yang sehari-hari dapat sedih, senang, marah, berfikir ini itu adalah ruh kita. Diri kita yang sebenarnya adalah yang bersembunyi di balik tubuh kita. Tubuh kita hanya sebagai wadah agar kita dapat melaksanakan misi kita, yaitu sebagai khalifah di muka bumi. Bagaimana mungkin kita dapat merawat bumi, jika kita tidak memiliki tangan, kaki, kepala atau badan. Mau menyentuh saja tidak bisa, apalagi mau mencangkul atau menanam tanaman untuk penghijauan lahan-lahan gundul. Hanya saja tubuh yang kita tempati ini tidak dapat bertahan lama. Hanya beberapa puluh tahun saja tubuh kita sudah rusak dan tidak bisa dipakai lagi alias mati. Kalau tugas kita di bumi sudah selesai, maka akan diteruskan oleh generasi penerus kita yang tubuhnya masih segar dan baru.

Begitu tubuh kita sudah tidak berfungsi sama sekali alias mati, maka malaikat Izroil langsung datang menjemput kita dan kemudian diantarkan ke alam Barzah.  Alam Barzah adalah alam transit, tempat menunggu datangnya hari kiamat. Hari Kiamat adalah masa transisi dari alam Dunia masuk ke alam Akherat. Di alam Barzah kita tidak melakukan apa-apa selain tidur. Berapa lama kita tinggal di sini, sangat relatif tergantung kepada bagaimana sukses tidaknya misi kita di bumi. Bagi yang sukses hanya terasa sekejap dan sangat nyenyak. Bagi yang gagal karena terbujuk rayuan setan, maka akan terasa sangat amat lama dan tidak bisa tidur karena di sini dia sudah mengicipi bagaimana tidak enaknya kehidupan di neraka.

Ternyata kita hidup tidak hanya sekali. Setidaknya ada empat alam yang pernah, sedang dan akan kita tinggali. Alam yang  pertama adalah Alam Ruh. Alam kedua adalah alam dunia. Alam ketiga adalah alam Barzah. Alam keempat adalah Alam Akherat.

Alam ruh adalah alam di mana kita  pertama kali hidup sebelum kita ditransfer ke Alam Dunia. Di sinilah kita ditentukan takdir kita dan dijanji akan selalu taat setia dan tidak berpaling dari Allah.

Alam Dunia adalah alam di mana kita diseleksi untuk menentukan di mana tempat kita di akherat, di surga atau di neraka.  Alam Akherat adalah alam kita yang sebenarnya. Di alam Akherat kita hidup abadi sampai batas waktu yang hanya Allah saja yang Maha Tahu. Di Akherat hanya ada dua tempat. Tempat pertama disebut Surga. Di sini hanya dihuni oleh orang-orang yang sukses melaksanakan misinya di alam Dunia. Tempat yang kedua adalah Neraka. Neraka adalah tempat yang dihuni oleh setan dan para pengikutnya, yaitu orang-orang yang lebih memilih mengikuti jejak setan daripada  menyelesaikan misi.

Di Alam Dunia kita hanya sebentar, yaitu sekedar mengikuti ujian seleksi untuk menentukan di mana posisi kita nanti di Alam Akherat. Di Dunia, manusia mengemban misi sebagai khalifah di muka bumi. Khalifah yang bertugas memelihara bumi dari kerusakan. Tugas ini seandainya tidak ada gangguan dari setan, tidaklah terlalu sulit, karena bumi bila dibiarkan begitu saja pun dengan kekuasaan Tuhan, bumi dapat merawat dirinya sendiri secara alami. Misi ini sebenarnya hanyalah untuk menguji manusia yang mana saja yang berhak Surga dan mana saja yang harus tinggal di Neraka bersama para setan.

Dalam melaksanakan misinya, manusia dituntut mempunyai daya survival yang amat tinggi, baik jiwa maupun raga. Di dunia untuk mampu menjalankan misinya, manusia membutuhkan makan, minum, pakaian, tempat tinggal, kendaraan, alat-alat dan pendidikan. Dalam rangka memenuhi segala kebutuhannya itu harus berusaha dan bersaing dengan sesama manusia. Baik berhasil maupun tidak berhasil memenuhi kebutuhannya manusia tetap harus melaksanakan misinya, tidak boleh meninggalkan atau melupakannya atau menganggap tidak penting.

 Banyak orang yang gagal, tidak survive, tidak kuat menghadapi tantangan hidup yang berat dan bertubi-tubi. Bukan karena tantangannya terlalu ekstrim di luar kemampuannya, melainkan karena lemah jiwanya, lemah imannya. Tidak kuat melawan godaan setan. Mereka bukannya memelihara bumi, malah sebaliknya merusak bumi. Mereka berlomba-lomba menciptakan teknologi moderen. Teknologi di segala bidang : industri, transportasi, komunikasi, keamanan dan pertahanan, hiburan  dan lain-lain. Teknologi memang ada manfaatnya, tetapi melihat dampaknya saat ini perlu kita evaluasi kembali teknologi mana yang merusak dan mana yang tidak merusak manusia dan alam sekitar.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar