Rabu, 16 Desember 2015

DI BALIK TUMPUKAN UANG






Banyak orang yang gagal menjalankan misi karena terjebak dengan ajakan setan untuk menimbun harta sebanyak-banyaknya. Pagi siang malam hanya harta dan harta yang dipikirkan dan dicari, dihitung dan ditimbun, baik dalam bentuk harta yang bergerak maupun yang tidak bergerak. Mencari dan menikmati harta dunia tidak dilarang, tetapi harus tetap sadar akan misinya. Apalagi jika sampai menghalalkan segala cara demi memenuhi keserakahannya akan harta. Meskipun diperoleh dengan cara halal saja tidak boleh, apalagi jika cara memperolehnya dengan cara tidak halal.


Harta bukanlah untuk ditimbun melainkan untuk sekedar mendukung misinya sebagai khalifah di muka bumi. Kelebihan harta dari apa yang dibutuhkan untuk hidup oleh dirinya dan keluarganya adalah untuk menjalankan misinya. Kelebihan hartanya bisa untuk menolong sesama yang tidak memiliki harta agar mereka tidak terjebak oleh rayuan setan untuk merusak dirinya sendiri, orang lain atau alam sekitar. Kelebihan hartanya bisa untuk mendirikan lembaga-lembaga pendidikan dan lembaga-lembaga riset atau LSM yang melakukan kegiatan untuk mencerdaskan dan mensejahterakan masyarakat golongan bawah agar mereka terhindar dari jebakan setan. Tidak ada manfaatnya menimbun harta. Kalau kita meninggal tak secuilpun harta yang dapat kita bawa ke alam lain. Karena ketika menuju ke alam lain kita dalam wujud asli kita sebagai roh, maka kita tidak dapat membawa benda-benda dari bumi yang bersifat materi. Apa yang dapat kita bawa hanyalah prestasi kita karena telah berhasil menjalankan misi dari Allah dengan baik. Prestasi inilah yang dipakai Allah untuk menetapkan bahwa kita telah memenuhi standar kualifikasi sebagai calon penghuni Surga.

Harta bukanlah untuk maksiat atau berfoya-foya. Inilah jebakan setan yang paling menggiurkan manusia. Apalagi jika hartanya diperoleh dari cara yang tidak halal. Biasanya larinya juga ke arah yang tidak halal. Padahal orang yang sudah tenggelam dalam kemaksiatan tidak akan pernah ada puasnya. Bagaikan minum air laut, makin diminum makin haus. Beruntung kalau sebelum meninggal sadar dan meninggalkan semua kemaksiatan dan diganti dengan amal sholeh untuk menolong sesama dan peduli lingkungan, insya Allah dosanya akan diampuni karena ketika meninggal dalam keadaan husnul khotimah. Tetapi kalau meninggalnya dalam keadaan teler, meninggalnya sedang berzina, meninggalnya karena dihakimi masa atau didor petugas, dapat dipastikan tempatnya di akherat nanti bersama setan yang selama ini diikutinya, yaitu Neraka.

Di dunia tidak ada yang dapat dibanggakan karena semua hanyalah ujian. Punya harta adalah ujian. Tidak punya harta juga ujian. Punya jabatan adalah ujian. Tidak punya jabatan juga ujian. Punya anak isteri adalah ujian. Tidak punya anak isteri juga ujian. Punya ilmu adalah ujian. Tidak punya ilmu juga ujian. Jika punya harta, apakah hartanya itu dipergunakan untuk amal sholeh atau sebaliknya untuk berbuat kerusakan di muka bumi? Jika tidak punya harta apakah dia dapat menahan diri untuk tidak melakukan kriminal ataukah sebaliknya kemiskinannya itu dijadikan alasan untuk merampas harta orang lain dan merusak bumi agar punya harta?

Oleh karena itu bagi Allah manusia sama. Tidak peduli punya harta atau tidak, punya jabatan atau tidak, punya ilmu atau tidak, punya anak isteri atau tidak. Hanya ada dua jenis manusia bagi Allah : pertama manusia yang taqwa yang taat setia hanya kepada Allah yang berhak masuk surga. Kedua manusia yang taat kepada setan dan tidak taat kepada Allah. Orang yang tidak taat kepada Allah tempatnya adalah Neraka.

Alam akherat adalah kampung halaman kita yang sebenarnya. Di akherat kita hidup abadi. Di dunia hanyalah sementara untuk menjalani seleksi, siapa-siapa saja yang berhak tinggal di Surga dan siapa-siapa saja yang harus tinggal di Neraka.

Oleh karena itu sungguh celakalah bagi kita yang menyia-nyiakan : masa muda kita, masa sehat kita, masa kaya kita, masa memiliki jabatan penting, masa memiliki keluarga dan sebagainya untuk mengikuti langkah-langkah setan. Setan bagai serigala berbulu domba. Segala keindahan, segala kelezatan, segala kepuasan, segala kemewahan, segala kekayaan yang dipertontonkan oleh setan tersembunyi dibaliknya pintu Neraka. Sekali kita termakan rayuannya kita pasti ketagihan dan tidak mau berhenti sebelum kita terkapar meregang nyawa dalam kesakitan dan penderitaan yang tak berujung. Setan pun tertawa terbahak-bahak memperoleh teman yang akan diperbudak di neraka kelak. Apa dikata nasi telah menjadi bubur. Sesal kemudian tiada berguna. Inilah kemenangan setan atas orang-orang yang lemah imannya. Allah memang memberi kompensasi kepada setan yang telah dikutuk untuk menjadi penghuni abadi Neraka. Kompensasinya adalah boleh mengajak manusia yang lemah imannya menjadi temannya di Neraka.

Sebaliknya sungguh beruntung bagi orang-orang yang imannya kuat yang selalu taat setia kepada Allah menjalankan misinya dengan baik hingga ajal menjemputnya. Sebagaimana sudah dijanjikan oleh Allah, dia  dipersilahkan tinggal di Surga selama-lamanya. Di surga manusia hidup di lingkungan yang serba ada yang memungkinkan manusia tidak perlu repot-repot dalam memenuhi segala kebutuhan hidupnya. Meskipun penghuni surga banyak tetapi mereka tidak perlu saling berebutan karena persemanusia. diaan apapun sangat melimpah. Apapun yang ada di bumi secara alami, ada pula di surga. Dan untuk memilikinya manusia tidak perlu menggunakan teknologi apapun. Segala macam nafsu setan di surga tidak ada karena setan tidak bisa masuk ke dalam surga. Setan ada tempat tinggalnya sendiri, yaitu neraka dan tidak mungkin bisa pindah ke surga mengganggu



Tidak ada komentar:

Posting Komentar