Pribadi Rasulullah adalah cerminan jiwa yang tidak memiliki beban apapun. Rasulullah selalu berserah diri kepada Allah SWT. Apapun yang terjadi setiap saat selalu disandarkan dan diserahkan kepada kehendak Nya. Inilah inti ajaran Islam, yaitu berserah diri (Islam). Apapun yang terjadi beliau selalu mohon petunjuk kepada Allah SWT. Setelah memperoleh petunjuk berupa wahyu Firman Allah langsung beliau jalankan persis seperti yang difirmankan tanpa merubah sedikitpun. Nabi sekedar menjalani hidup dengan sebaik-baiknya sesuai dengan Firman Nya. Nabi tidak pernah dibebani oleh perasaan bersalah karena beliau senantiasa menjalankan hal-hal yang benar dan baik sesuai dengan petunjuk AlQur’an dan selalu istighfar, sehari tidak kurang dari 70 kali istighfar. Oleh karena itu wajah Nabi yang mulia selalu berseri dan bersinar penuh ketenangan, kedamaian, kebajikan dan kebijakan. Bahkan beliau cenderung tidak banyak bicara dan pemalu. Ketika berjalan pun sering menunduk, tidak mendongakkan kepala yang menunjukkan keangkuhan dan kesombongan. Nabi tidak pernah menampakkan raut muka yang tidak baik seperti : kegusaran, kebingungan, kemarahan, kebencian, kegeraman, kelicikan, kerakusan, kebengisan atau keputusasaan, ketakutan atau kekhawatiran, kesombongan atau keangkuhan.
Beliau hidup sangat sederhana apa adanya, tidak berusaha menumpuk harta atau bermewah-mewah. Oleh karena itu beliau tidak pernah dibebani hutang uang ataupun barang. Meskipun sederhan, namun Nabi selalu rapi, bersih dan wangi. Rambutnya yang panjang selalu tersisir rapi. Kuku, janggut, kumis, rambut dan semua bulu di tubuhnya selalu terpotong rapi. Alas kakinya pun tidak pernah selen.
Nabi Muhammad SAW adalah Rasulullah (Utusan Allah) sebagai penerima wahyu dan mengajarkannya kepada manusia. Beliau tidak sekedar menyampaikan melainkan juga mencontohkan bagaimana pelaksanaannya dalam kehidupan sehari-hari. Apa yang dikatakan, apa yang diperbuat, apa yang didiamkan, apa yang dilarang, apa yang dibenci, apa yang dibolehkan, semua berdasarkan wahyu Allah. Tidak ada yang sekedar omong kosong atau berdasar kepentingan pribadi.
Pribadi Rasulullah adalah pribadi manusia sempurna. Beliau merupakan contoh paling sempurna bagaimana melaksanakan misi manusia sebagai khalifah di muka bumi berdasarkan Al Qur’an. Al Qur’an telah membimbing beliau dalam membina diri pribadinya, keluarganya, kerabatnya, para sahabat dekatnya dan semua bangsa Arab di semenanjung Arabia, dan hampir sebagian besar penduduk bumi di manapun berada hingga saat ini. Bagaimana beliau telah mengubah budaya jahiliyah menjadi budaya yang beradab, tertib dan tertata rapi baik bidang ekonomi, sosial, kesenian, peribadahan, politik dan pemerintahan, pertahanan dan keamanan. Mereka bersatu padu dibawah satu komando Rasulullah merobah dunia yang tadinya gelap gulita menjadi terang benderang di bawah sinar Al Qur’an. Hal ini juga diakui oleh para ilmuwan Barat, bahwa Rasulullah lah tokoh pembaharu terbesar sepanjang sejarah umat manusia. Tanpa kehadiran Nabi Muhammad SAW barangkali dunia perkembangannya tidak seperti sekarang ini.
Nabi SAW menjalani kehidupan pribadi secara sehat. Beliau adalah orang biasa seperti orang kebanyakan yang juga berpakaian, makan, minum, tidur, bergaul dengan isteri, bercanda dengan anak cucu, bekerja, bersosialisi dengan tetangga dan beribadah. Yang membedakan dengan orang kebanyakan hanyalah caranya. Cara Nabi dalam menjalankan semua itu 100% didasarkan kepada Al Qur’an, tidak didasarkan kepada nafsu setan. Demikian pula dalam menjalankan kepemimpinan, baik dalam pemerintahan, maupun dalam peribadahan, semata-mata hanya karena Allah SWT, bukan karena haus kekuasaan atau karena kekayaan atau ketenaran, bukan pula karena mencari status sosial.
Beliau tidak bernyanyi dan bersyair. Beliau tidak pernah nongkrong-nongkrong di pinggir jalan atau ngerumpi ngomongin kejelekan orang. Beliau tidak pernah kebut-kebutan ketika berkendaraan. Beliau tidak pernah memakai perhiasan dari emas ataupun pakaian sutera. Beliau tidak pernah berdandan layaknya perempuan, seperti memakai anting, kalung ataupun gelang. Beliau tidak bertato atau bertindik. Jika keluar rumah beliau selalu berpakaian lengkap, rapi, bersih dan wangi. Beliau tidak pernah memamerkan bagian-bagian tubuhnya dengan membuka pakaiannya di depan umum.
Beliau tidak pernah menyerang atau melukai orang. Meskipun dalam perang beliau hanya bertahan, bahkan sering berdarah darah. Beliau tidak pernah menggunakan kekuatan supranatural atau mistis dengan minta tolong kepada Jin ataupun Malaikat untuk mengalahkan orang-orang yang menyerangnya. Makanya beliau bukanlah orang sakti dan kebal. Beliau tidak memiliki pukulan atau tendangan maut yang mematikan.
Beliau tidak pernah melakukan upacara-upacara selamatan atau pesta-pesta untuk merayakan hari apapun. Beliau tidak pernah bertindak sebagai dukun ataupun paranormal. Beliau tidak pernah mendahului kehendak takdir atau meramal nasib dan keberuntungan seseorang. Beliau tidak pernah melakukan upacara-upacara pengusiran roh-roh jahat dan makhluk-makhluk astral. Dalam berdzikirpun beliau tidak pernah menggunakan tasbih. Nabi tidak pernah melakukan ritual-ritual mistis. Nabi tidak pernah melakukan ritual tarekat ala para sufi. Dalam berpuasa pun beliau selalu berbuka dan bersahur ( kalau ada). Beliau tidak pernah puasa ngebleng (tidak buka, tidak sahur selama beberapa hari).
Jiwa Nabi tidak pernah dikotori oleh khayalan, ambisi kekuasaan, kekayaan atau wanita. Nabi tidak pernah dengki, iri, was-was, serakah, benci, dendam atau marah yang meluap-luap. Nabi selalu rendah hati. Santun dan malu-malu, tawadluk dan hormat kepada siapapun. Nabi selalu mengucapkan salam dan menyapa serta senyum kepada siapapun yang dijumpainya dan menanyakan keadaan si A dan si B jika tidak kelihatan di antara para sahabat. Nabi selalu memberi pujian dan hadiah kepada para sahabat. Nabi selalu menegur dan mengingatkan serta menunjukkan kesalahannya. Nabi selalu care kepada siapapun. Nabi tidak sombong, tidak suka pamer, tidak alai baik dalam beribadah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar