Rabu, 16 Desember 2015

HARI TERAKHIR BERSAMA PAK KROMO


            





Besok adalah Rabu Pahing, hari pasaran di pasar Pahing. Inilah saat yang ditunggu-tunggu tiba. Sejak pagi sampai sore mbok Kromo sudah mempersiapkan semuanya. Pakaian yang terbaik bagi dirinya, seperti beberapa lembar jarik batik, kebaya, setagen, kemben dan lain-lain. Beberapa lembar pakaian yang terbaik untuk Parinten dan Paiman. Semua, termasuk uang sudah tertata rapi di dalam kandi.



Agar pak Kromo tidak curiga dengan kesibukan mbok Kromo, pak Kromo disuruh menemani anak-anak main layangan di lapangan. Layangan bikinan sendiri dari daun pakis kering. Pak Kromo membuat tiga buah. Satu untuk Parinten. Satu untuk Paiman dan satu lagi untuk dirinya sendiri. Mereka bermain sambil lari kesana kemari dengan riang gembira. Pak Kromo pun ikut larut dalam kegembiraan itu. Pak Kromo tidak tahu kalau itu adalah terakhir kali pak Kromo bisa bermain dengan anak-anak. Hanya ada sesuatu yang tidak biasa. Tidak biasanya isterinya menyuruh dia bermain dengan anak-anak sepuasnya seharian. Pikiran yang mengandung sedikit kecurigaan itu hanya terlintas sesaat dan kemudian dilupakan tertutup oleh kebahagiaan bisa membuat anak-anak riang gembira. Mereka bermain sampai sore. Mereka baru berhenti ketika mbok Kromo menyuruh mereka untuk berhenti bermain dan mandi.

Sayang kalau layangannya yang sedang terbang tenang diturunkan. Ujung benang masing-masing layangan kemudian diikat di akar pohon waru dan membiarkan layangan mereka terbang sendirian. Merekapun bergegas pergi ke belik yang ada di luar pasar untuk mandi.

Setelah mandi dan berganti pakaian bersih, mereka duduk di atas tikar mengelilingi hidangan makan malam yang cukup lezat dan lengkap untuk ukuran mereka. Ada nasi, sayur santan tahu tempe krecek pakai pete lagi. Ada ikan asin, tempe goreng, peyek, krupuk dan sambal terasi.

“Ayo Pak! Ambil sendiri. Kamu ini Le dan kamu ini Nduk. Ayo makan yang banyak biar gemuk.” mbok Kromo mempersilahkan mereka menikmati makan malam.

“Tumben komplit dan enak makan malam kita mbokne.” Kata pak Kromo sedikit curiga dengan hal yang tidak biasa ini. Biasanya makan malam tidak sekomplit ini. Paling cuma nasi sama sayur sama ikan asin.

“Sekali-sekali Pakne. Besok jadi ke pasar Pahing. Pak?” Mbok Kromo ingin memastikan kalau rencananya besok berjalan mulus.

“Pasti, Mbokne. Pasar Pahing kan pasar gede. Pasti dapat banyak di sana.” Jawab pak Kromo tanpa menaruh curiga, karena memang biasa mbok Kromo menanyakan besok mau pergi ke mana.

“Besok kalau bisa berangkat jam tiga pagi Pak, soalnya pasar Pahing kan jauh. Sekarang habis makan kita langsung tidur biar besok tidak kesiangan.” Kata mbok Kromo sambil menyingkirkan semua peralatan makan malam mereka. Setelah selesai baru menyiapkan tempat tidur.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar