Kamis, 17 Desember 2015

BILA ADA YANG BERHUTANG





1. Tuliskan dan hadirkan saksi

DILARANG CURANG DALAM BERDAGANG (KUMPULAN AYAT)







وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِينَo  
Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang(QS 83 -Al Muthaffif  : 1)

 الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُواْ عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ o
(yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, (QS 83 -Al Muthaffif  : 2)

Rabu, 16 Desember 2015

SELALU INGAT ALLAH KETIKA BERDAGANG (KUMPULAN AYAT)





قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُواْ حَتَّى يَأْتِيَ اللّهُ بِأَمْرِهِ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَo
Katakanlah: "jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNYA dan dari berjihad di jalan NYA, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.     (QS 9 -At Taubah : 24)

AGAR BERDAGANG TIDAK MENJADI RIBA (KUMPULAN AYAT)







1. Allah menghalalkan perdagangan dan mengharamkan riba
الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لاَ يَقُومُونَ إِلاَّ كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُواْ إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا وَأَحَلَّ اللّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا فَمَن جَاءهُ مَوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّهِ فَانتَهَىَ فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللّهِ وَمَنْ عَادَ فَأُوْلَـئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ o
Orang-orang yang makan (mengambil) riba [1] tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila [2]. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu [3] (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.   (QS 2 -Al Baqarah  : 275)

AYAT-AYAT TENTANG KEWAJIBAN BEKERJA











وَقُلِ اعْمَلُواْ فَسَيَرَى اللّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ وَسَتُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu'min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS 9 At Taubah : 105)

BABAK BARU DI TANAH IMPIAN






Bus yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Tepat jam 06.00 pagi mereka berangkat menuju kota Winongo. Jaraknya lumayan jauh, sekitar 30 km, cukup untuk makan pagi. Mereka menghabiskan bekal nasi dan lauk yang dibawa kemarin. Untungnya belum basi.  Mbok Kromo ahlinya bikin  masakan agar tidak cepat basi. Sekitar jam 08.00 mereka tiba di patung Tani. Mereka turun. Di seberang jalan dari patung Tani sudah nampak rumah petak dari bambu yang memanjang menghadap ke jalan raya. Di sebelahnya lagi ada bangunan tua yang sudah lama tidak ditempati

SEPERTI KELUARGA PRIAYI











Pagi-pagi sekali mereka sudah dibangunkan oleh petugas. Mereka kemudian membersihkan diri di kamar mandi stasiun. Cukup lama mereka mandi. Sampai dua tiga kali mereka sabunan dan keramas. Terutama Paiman, perlu penanganan ekstra untuk menghilangkan daki di tubuhnya yang sudah berkarat. Disabun, digosok, disabun dan digosok. Meskipun Paiman meronta-ronta dan menangis sejadi-jadinya, mbok Kromo tidak peduli. Disabun dan digosok terus  sampai bersih – sih, wangi  dan segar. Seolah-olah dia ingin mencuci bersih bekas-bekas aroma pengemis dan gelandangan dari tubuhnya dan mengganti dengan aroma dan aura seorang anak priyayi. Giginya yang kuning disikat pakai odol sampai cling putih berkilau, Kuku-kukunya yang hitam bekas mengaduk-aduk sampah dipotong dan disikat bersih. Rambut Parinten yang semula agak gimbal karena jarang keramas dan jarang disisir serta banyak kutunya pun dikeramasi berulang-ulang pakai shampoo dan sabun sambil disisiri sampai benar-benar bersih, wangi dan tidak kusut seperti habis direbonding.

PELARIAN MENEGANGKAN








Hampir semalaman mbok Kromo tidak bisa tidur, takut kalau bangun kesiangan. Bila kesiangan gagallah semua yang telah direncanakan secara rapi. Belum jam tiga pak Kromo sudah dibangunkan agar cepat pergi. Begitu pak Kromo pergi mbok Kromo membangunkan anak-anak dan berkemas-kemas. Setelah semua rapi dan siap mbok Kromo segera pergi bersama kedua anaknya meninggalkan pasar Kliwon secara diam-diam.

HARI TERAKHIR BERSAMA PAK KROMO


            





Besok adalah Rabu Pahing, hari pasaran di pasar Pahing. Inilah saat yang ditunggu-tunggu tiba. Sejak pagi sampai sore mbok Kromo sudah mempersiapkan semuanya. Pakaian yang terbaik bagi dirinya, seperti beberapa lembar jarik batik, kebaya, setagen, kemben dan lain-lain. Beberapa lembar pakaian yang terbaik untuk Parinten dan Paiman. Semua, termasuk uang sudah tertata rapi di dalam kandi.


AIR MATA SEORANG IBU








Di sebagian besar daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta memiliki 5 hari pasaran, yaitu Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon. Hari pasaran merupakan puncak keramaian suatu pasar. Sudah menjadi kesepakatan tidak langsung dan tidak tertulis antar para pedangang antar kota di suatu wilayah untuk berpindah dari pasar satu ke pasar lainnya secara bergiliran selama lima hari pasaran. Misalnya hari ini Senin Legi adalah hari pasaran di pasar Legi di kota A maka para pedagang yang kemarin berdagang di pasar Kliwon di kota B sekarang berdagang di pasar Legi di kota A. Begitu seterusnya.

HADITS : KAYA VS MISKIN



1.    Dari Ka'ab bin 'lyadh r.a., katanya : "Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda :
       "Sesungguhnya setiap ummat itu ada fitnahnya dan fitnah ummatku ialah harta."
       Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih.

HADITS : HARTA DUNIA








Berikut ini adalah beberapa nasehat dari Rasulullah SAW mengenai harta dunia   :

1.   Dari Abu Said al-Khudri RA katanya: "Rasulullah SAW duduk di atas mimbar dan kita duduk di sekitarnya, lalu beliau  bersabda:
     "Sesungguhnya salah satu yang saya takutkan atasmu semua sepeninggalku nanti ialah apa yang akan dibukakan untukmu semua itu dari keindahan harta dunia serta hiasan-hiasannya - yakni bahwa meluapnya kekayaan pada ummat Muhammad inilah yang amat ditakutkan, sebab dapat merusakkan agama jikalau tidak waspada mengendalikannya." (Muttafaq'alaih)

MELAWAN ARUS






Di dunia, setan selalu hadir di manapun dan kapanpun. Setan bagaikan bayangan yang selalu mengikuti kemanapun kita pergi. Di balik kemajuan dunia yang begitu gegap gempita setidak-tidaknya pada tiga dasa warsa terakhir ini selalu diikuti oleh kemunduran moral manusia. Di sinilah setan bermain. Setan memanipulir kemajuan teknologi di segala bidang demi kepentingannya sendiri, yaitu menghancurkan moral manusia sekaligus menghancurkan bumi. Global warming, polusi udara dan air, pembakaran liar, explorasi kandungan bumi besar-besaran, perdagangan manusia, narkoba, minuman keras, pencurian, perampokan dan perkosaan, korupsi, kolusi, perang dan pembantaian telah melaju pesat mendahului perkembangan teknologi.  Setan bersorak sorai berhasil menghasut manusia untuk menjadi pengikutnya lewat teknologi komunikasi modern.

MANUSIA SEMPURNA







Pribadi Rasulullah adalah cerminan jiwa yang tidak memiliki beban apapun. Rasulullah selalu berserah diri  kepada Allah SWT. Apapun yang terjadi setiap saat selalu disandarkan dan diserahkan kepada kehendak  Nya. Inilah inti ajaran Islam, yaitu berserah diri (Islam). Apapun yang terjadi beliau selalu mohon petunjuk kepada Allah SWT. Setelah memperoleh petunjuk berupa wahyu Firman Allah langsung beliau jalankan persis seperti yang difirmankan tanpa merubah sedikitpun. Nabi sekedar menjalani hidup dengan sebaik-baiknya sesuai dengan Firman Nya. Nabi tidak pernah dibebani oleh perasaan bersalah karena beliau senantiasa menjalankan hal-hal yang benar dan baik sesuai dengan petunjuk AlQur’an dan selalu istighfar, sehari tidak kurang dari 70 kali istighfar. Oleh karena itu wajah Nabi yang mulia selalu berseri dan bersinar penuh ketenangan, kedamaian, kebajikan dan kebijakan. Bahkan beliau cenderung tidak banyak bicara dan pemalu. Ketika berjalan pun sering menunduk, tidak mendongakkan kepala yang menunjukkan keangkuhan dan kesombongan. Nabi tidak pernah menampakkan raut muka yang tidak baik seperti : kegusaran, kebingungan, kemarahan, kebencian, kegeraman, kelicikan, kerakusan, kebengisan atau keputusasaan, ketakutan atau kekhawatiran, kesombongan atau keangkuhan.

DI BALIK TUMPUKAN UANG






Banyak orang yang gagal menjalankan misi karena terjebak dengan ajakan setan untuk menimbun harta sebanyak-banyaknya. Pagi siang malam hanya harta dan harta yang dipikirkan dan dicari, dihitung dan ditimbun, baik dalam bentuk harta yang bergerak maupun yang tidak bergerak. Mencari dan menikmati harta dunia tidak dilarang, tetapi harus tetap sadar akan misinya. Apalagi jika sampai menghalalkan segala cara demi memenuhi keserakahannya akan harta. Meskipun diperoleh dengan cara halal saja tidak boleh, apalagi jika cara memperolehnya dengan cara tidak halal.

UJIAN SELEKSI MASUK SURGA

               


Siapakah kita sebenarnya? Apakah keberadaan kita di bumi ini tidak beda dengan keberadaan ternak atau keberadaan hewan lainnya? Apakah kita seperti kambing, ayam atau ikan yang begitu disembelih dan kita makan langsung tamat riwayat hidupnya? Apakah kita seperti kucing yang begitu mati terlindas mobil langsung tamat riwayat hidupnya?

DI BALIK GEMERLAP DUNIA







 Dari awal kehadiran manusia di muka bumi bukanlah sekedar untuk bersantai menikmati keindahan pemandangan alam sambil berfoya-foya. Di bumi manusia justru dimaksudkan untuk mengikuti ujian seleksi masuk Surga.         Pada mulanya Allah SWT yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang  begitu selesai menciptakan sepasang manusia, yaitu Nabi Adam AS dan istrinya  Hawa langsung menempatkannya di  Surga sebagai tempat tinggalnya. Tempat yang begitu sempurna dengan segala fasilitas kelas VIP serba komplit dan gratis. Untuk dapat tinggal di Surga waktu itu hanya ada satu syarat, yaitu taat setia 100% hanya kepada Allah SWT satu-satunya dzat yang telah menciptakannya dan tidak boleh berpaling kepada yang lain. Untuk mengetahui apakah Nabi Adam dan Hawa benar-benar hanya taat kepada Allah atau tidak, maka Allah mencoba mengujinya dengan sebuah larangan yang tidak boleh dilanggar, yaitu tidak boleh  mendekati salah satu pohon di Surga yang tidak disebutkan namanya. Sebagaimana di ceritakan di dalam Al Qur’an sebagai berikut :

PENGANTAR BLOG



Khususnya bagi kita yang sudah berkeluarga, adalah tanggung jawab kita untuk menafkahi keluarga. Waktu kita masih kerja, belum kena PHK mungkin tidak masalah. Namun setelah tidak punya gaji tetap lagi dan mau mencoba berwiraswasta, maka  kita harus menemukan jenis usaha yang cocok yang sesuai dengan passion kita yang sesuai dengan pengetahuan dan skill kita dan yang dapat memberikan nafkah buat keluarga dan masa depan anak-anak.

Senin, 14 Desember 2015

KEWAJIBAN ORANG TUA KEPADA ANAKNYA (AYAT-AYAT PILIHAN) 1


 1. Menyusui Anak Sampai Berumur 2 Tahun
وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلاَدَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ أَرَادَ أَن يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ وَعلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ لاَ تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلاَّ وُسْعَهَا لاَ تُضَآرَّ وَالِدَةٌ بِوَلَدِهَا وَلاَ مَوْلُودٌ لَّهُ بِوَلَدِهِ وَعَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذَلِكَ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالاً عَن تَرَاضٍ مِّنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْهِمَا وَإِنْ أَرَدتُّمْ أَن تَسْتَرْضِعُواْ أَوْلاَدَكُمْ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُم مَّآ آتَيْتُم بِالْمَعْرُوفِ وَاتَّقُواْ اللّهَ وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ o
Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (QS. 2. Al Baqoroh  : 233)

WAHAI ANAKKU (AYAT PILIHAN)





1.  Adanya Perbedaan Jenis Kelamin adalah Kehendak Allah
لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يَخْلُقُ مَا يَشَاء يَهَبُ لِمَنْ يَشَاء إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَن يَشَاء الذُّكُورَ o
Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, (QS. 42. Asy Syuuro: 49)