Dari awal kehadiran manusia di muka bumi bukanlah sekedar untuk bersantai menikmati keindahan pemandangan alam sambil berfoya-foya. Di bumi manusia justru dimaksudkan untuk mengikuti ujian seleksi masuk Surga. Pada mulanya Allah SWT yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang begitu selesai menciptakan sepasang manusia, yaitu Nabi Adam AS dan istrinya Hawa langsung menempatkannya di Surga sebagai tempat tinggalnya. Tempat yang begitu sempurna dengan segala fasilitas kelas VIP serba komplit dan gratis. Untuk dapat tinggal di Surga waktu itu hanya ada satu syarat, yaitu taat setia 100% hanya kepada Allah SWT satu-satunya dzat yang telah menciptakannya dan tidak boleh berpaling kepada yang lain. Untuk mengetahui apakah Nabi Adam dan Hawa benar-benar hanya taat kepada Allah atau tidak, maka Allah mencoba mengujinya dengan sebuah larangan yang tidak boleh dilanggar, yaitu tidak boleh mendekati salah satu pohon di Surga yang tidak disebutkan namanya. Sebagaimana di ceritakan di dalam Al Qur’an sebagai berikut :
وَقُلْنَا يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلاَ مِنْهَا رَغَداً حَيْثُ شِئْتُمَا وَلاَ تَقْرَبَا هَـذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الْظَّالِمِينَ
Dan Kami berfirman: "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini , yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim. “ QS Al Baqoroh : 35
Ternyata mereka tidak lulus ujian. Keduanya masih mudah terbujuk oleh setan. Sebagaimana dijelaskan dalam ayat selanjutnya :
فَأَزَلَّهُمَا الشَّيْطَانُ عَنْهَا فَأَخْرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيهِ وَقُلْنَا اهْبِطُواْ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ وَلَكُمْ فِي الأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَى حِينٍ
Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: "Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan." QS Al Baqoroh : 36
Karena masih berpaling kepada setan dan melanggar larangan Allah, maka keduanya dikeluarkan dari Surga dan diturunkan ke bumi. Sudah kehendak Allah manusia memang harus menjalani kehidupan bumi terlebih dahulu untuk membuktikan bahwa dirinya benar-benar telah dapat membebaskan diri dari godaan setan dan hanya Allah lah satu-satunya dzat yang harus ditaati.
Kehidupan di bumi tidaklah seenak kehidupan di Surga. Di bumi untuk hidup tidaklah mudah. Nabi Adam AS dan Hawa beserta keturunannya harus berusaha mencari dan bersaing satu sama lain dalam memenuhi segala keperluan hidupnya. Kesulitan itu semakin menjadi-jadi dengan adanya setan yang selalu hadir di mana saja dan kapan saja untuk menghasut Nabi Adam dan keturunannya agar menjadi temannya di neraka. Untungnya Allah Maha Bijaksana, Maha Pengasih dan Maha Penyayang, manusia tidak dilepas begitu saja di bumi dan dibiarkan ketakutan, kebingungan dan mudah dijebak setan. Manusia sengaja diberi berbagai ujian dan petunjuk bagaimana cara menyelesaikannya agar jiwa raganya kuat melawan godaan setan. Asal selalu taat dan mengikuti segala petunjuk Nya maka bila sampai saatnya tiba dia dapat kembali ke kediaman aslinya, yaitu Surga. Sebaliknya bila tergoda oleh setan dan lebih suka mengikuti langkah setan daripada mengikuti petunjuk Allah, maka Nerakalah tempatnya bersama setan selamanya di sana.
قُلْنَا اهْبِطُواْ مِنْهَا جَمِيعاً فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّي هُدًى فَمَن تَبِعَ هُدَايَ فَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ
Kami berfirman: "Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati". QS Al Baqoroh : 38
وَالَّذِينَ كَفَرواْ وَكَذَّبُواْ بِآيَاتِنَا أُولَـئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. QS Al Baqoroh : 39
Di bidang nafsu inilah setan bermain. Setan sendiri sebenarnya merupakan sifat jahat dari manusia dan jin yang selalu mengajak manusia kepada jalan sesat. Setan membisiki manusia dengan bujuk rayu untuk menjebak manusia agar memenuhi hasrat nafsu liarnya untuk ambisi kekuasaan, kekayaan dan wanita. Setan selalu mengipasi setiap saat agar ambisinya selalu menyala-nyala dan mau melakukan apapun dan dengan cara apapun. Setan menjebak manusia yang lemah imannya untuk bersama-sama menikmati keindahan dan kemegahan dunia yang berkilau dan memabukkan. Kalau sudah demikian sukseslah setan merekrut banyak manusia menjadi budaknya di neraka.
Allah SWT berfirman :
الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ
yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia.QS An Naas : 6
مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ
dari (golongan) jin dan manusia. QS An Naas : 7

Tidak ada komentar:
Posting Komentar