Rabu, 16 Desember 2015

MELAWAN ARUS






Di dunia, setan selalu hadir di manapun dan kapanpun. Setan bagaikan bayangan yang selalu mengikuti kemanapun kita pergi. Di balik kemajuan dunia yang begitu gegap gempita setidak-tidaknya pada tiga dasa warsa terakhir ini selalu diikuti oleh kemunduran moral manusia. Di sinilah setan bermain. Setan memanipulir kemajuan teknologi di segala bidang demi kepentingannya sendiri, yaitu menghancurkan moral manusia sekaligus menghancurkan bumi. Global warming, polusi udara dan air, pembakaran liar, explorasi kandungan bumi besar-besaran, perdagangan manusia, narkoba, minuman keras, pencurian, perampokan dan perkosaan, korupsi, kolusi, perang dan pembantaian telah melaju pesat mendahului perkembangan teknologi.  Setan bersorak sorai berhasil menghasut manusia untuk menjadi pengikutnya lewat teknologi komunikasi modern.


Dengan demikian kian hari kian berat pula ujian manusia. Makin sedikit orang yang tidak tergoda dengan makin mudahnya orang mendapatkan kemewahan yang memabukkan seperti rumah mewah, mobil mewah, wanita-wanita cantik, narkoba dan minuman keras. Demi mendapatkan segala kemewahan itu orang tidak malu-malu lagi korupsi, menyuap, mencuri, merampok dan perdagangan gelap. Tidak peduli apa dia pejabat pemerintahan, polisi, DPR, jaksa, hakim, tentara, guru, ulama. Dokter, pengusaha, ataupun rakyat jelata berlomba-lomba mengejar kemewahan dengan segala cara yang tidak halal. Dunia pun kian terasa makin panas, makin tidak aman, ekonomi dunia bergolak, politik bergolak. Kerusuhan di mana-mana. Kelaparan di mana-mana. Kemiskinan dan pengangguran kian meningkat.

  Ronggo Warsito menggambarkan jaman kita sekarang ini sebagai Jaman Edan.

  Amenangi jaman edan    (Mengalami jaman edan)
  Ewuh oyo ing pambudi  (Serba salah)
  Melu edan nora tahan    (Ikut edan tidak tahan)
  Yen tan melu anglakoni  (Kalau tidak ikut edan)
  Boya kaduman melik    (Tidak kebagian apapun)
  Kaliren wekasanipun    (Kelaparan akibatnya)
  Ndilalah karsa Allah    (Sudah menjadi kehendak Allah)
  Begja-begjaning kang lali  (Seuntung-untungnya  orang yang lupa diri)
  Luwih begjo kang eling  (Lebih untung orang yang selalu sadar dan waspada)
  Lawan waspodo

Hanya orang yang selalu ingat kepada Allah lah yang mampu tetap bertahan di jalur yang benar, tidak mengikuti jalur yang salah, yaitu jalannya setan. Hanya orang yang selalu ingat kepada Allah lah yang akan selamat melewati ujian dunia ini.

Seperti ketika kita berkendara di jalan raya, agar tidak celaka maka setiap detik kita harus selalu waspada, tidak boleh meleng sedetikpun. Agar kita dapat melampaui ujian kehidupan dunia, maka kita tidak boleh lengah walaupun hanya sesaat. Karena setan selalu mengincar yang hanya sesaat itu untuk masuk dan menyerang kita dengan rayuan mautnya untuk sekedar berbelok sebentar. Tuh di situ ada uang banyak. Ada jabatan empuk. Ada wanita cantik. Sekali dua kali mungkin iman kita masih kuat, tetapi begitu tawarannya kian fantastis imanpun runtuh. Terjerumuslah kita ke dalam jebakan setan. Sekali terjebak susahlah kita keluar karena terhadap kenikmatan dunia tidak akan ada puasnya. Sesal kemudian tidak ada gunanya, apalagi kalau kita sudah sekarat di rumah sakit atau di balik jeruji besi, atau terkapar di jalanan.

Oleh karena itulah Allah SWT mengingatkan kepada kita untuk selalu ingat kepada Allah di manapun, kapanpun dan dalam keadaan apapun agar setan tidak menemukan celah untuk masuk ke dalam hati kita. Dan kita pun selamat dari jaman edan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar